Senin, 03 Januari 2011

Surat cinta untuk saudara/iku


Assalamu’alaikum

Kaifa haluka ya akhi ya ukhti…??

Tanpa mengurangi rasa hormat, cinta, dan kasih sayangku kepada kalian semua karena ALLAH ta’ ala, berikut ku kutipkan beberapa syair dari seorang ulama besar, Syaikhul islam,Pujangga, penyair dan sastrawan muslim Terbesar di abad pertengahan.Ibnu Hazm El Andalusy. Semoga bermanfaat.

Syair pertama :

Di hari perhitungan , pelaku dosa kan tahu semua
Betapa keliru jalan yang selama ini ditempuhnya 
Yang sudah meraih cinta dan kasih sayang-Nya
Bila berteman mereka ia akan menjadi hina
Ia akan dimusuhi Allah , dan neraka tempatnya

Bersyukurlah pada Allah atas kebesaran-Nya
Ia begitu dekat,lebih dekat dari urat leher kita
Ia Pemberi Rezeki seluruh penghuni semesta
Baik orang Badui maupun Arab tak ada bedanya
Ia hamparkan bumi,langit,udara,laut,hujan juga
Demi kebaikan kita, janganlah kaubangkangi Ia
Sungguh,semua orang kan tanggung amalannya.


Dunia ini pinjaman yang harus kau kembalikan
Pesonanya sesaat,fana dan hanya fatamorgana
Yang berakal tak kan terkecoh kilau kemilaunya
Karena ia tahu ada kehidupan abadi di sana
Orang beriman tak betah di negeri persinggahan
Karna,negeri persinggahan bukanlah tujuan
Dunia tak terpikir,akhiratlah yang jadi pikiran

Demi kemenangan sejati,orang beriman menyiapkan
Demi lindungi diri azab negeri keabadian
Celakalah para pamuja hawa nafsu belaka
Selamanya di neraka tak padam apinya
Nafsu ajak kita celaka dan jauh dari Ridha-Nya
Ia tawarkan nikmat sesaat yang datangkan azab di sana
Ia dorong pada bencana,jauhkan kita dari jalan mulia

Wahai para pemuja nafsu belaka
Bagimu Allah sediakan neraka yang tak padam apinya
Jangankan korbankan yang abadi demi yang fana
Ketahuilah! Kebenaran telah jauh kau tinggalkan
Ketahuilah! Kesesatan telah kau kerjakan
Kau jauh melenceng dari jalan yang terang
Jalan gelap, penuh onak dan duri mematikan
Dan ketika dosa-dosamu diperhitungkan
Kau begitu menyesal tak karu-karuan

Wahai yang berlumur kegelapan
Segera gapai ridha Tuhan, jauhi kemaksiatan
Kebenaran telah nyata dan kau hanya bermain-main
Kau diperdaya dunia yang timpakan keburukan
Umat terdahulu terpedaya nafsu dan hancur berantakan
Itulah bukti bagimu hai yang berakal pikiran

Lihatlah! Mereka dilumat amarah alam
Diterjang badai yang memorak-porandakan
Lihatlah ! Mereka terkapar sebelum akui kesalahan
Pemilik ‘Arasy memanggilnya sebelum pertobatan
Jika dunia sebagai tujuanmu,tipu kan kau genggam

Wahai yang terlena dalam kenikmatan semu 
Kulihat kehancuran kehinaan mengintaimu
Ingatlah kau dengan hari pembalasan
Tak ada yang bisa disembunyikan
Semua perbuatan akan memperoleh ganjaran
Sadarlah! Mumpung masih ada kesempatan
Mumpung liang lahat yang sempit belum datang
Terangi makammu dengan kebaikan

Ketika bintang dikumpulkan , amal diperlihatkan
Ketika surga didekatkam, dan neraka dinyalakan
Ketika matahari digulung dan bintang dihancurkan
Ketika putaran jagad raya dihentikan
Ketika gunung bertabrakan, bumi dijungkirbalikkan
Ketika pemilik ‘Arasy telah meluluhlantakkan 
Ketika itu hanya ada dua tempat kembalian
Surga bergelimang kenikmatan
Atau neraka penuh siksaan membinasakan

Di hadapan Tuhan
Tak ada yang bisa disembunyikan
Dan tak ada yang luput dari perhitungan
Di hari pembalasan, si pendosa sesali perbuatan
Seluruh catatan amal besar dan kecil diperlihatkan
Seluruh ruh dikembalikan,seluruh amal diputuskan
Ke surga penuh nikmat, atau neraka penuh siksaan
Dan para pemuja dunia tak pernah memperkirakan
Ada kehidupan yang abadi setelah kematian

Dunia serupa seorang ibu yang durhaka
Ia berikan hina, nestapa, hancur dan binasa
Sebaik pengabdian adalah menentangnya
Ambillah dari dunia sebatas saja
Jangan kau terlena dan menjadi buta
Jangan kau tertipu oleh kemilaunya
Karma kilaunya hanyalah fatamorgana

Duhai kawan tercinta 
Ingatlah !Dia yang menaungi bumi dengan langit-Nya
Ingatlah ! Semua ada dalam genggaman ilmu-Nya
Dia cipta semesta raya berikut aturan yang ada
Siang dan malam bergilir atas kekuasaan-Nya
Dia turunkan hujan lalu tumbuhlah bebijian
Dia tumbuhkan bunga dengan aneka warna
Dia sebarkan aneka aroma dan keindahan
Dia jadikan pepohonan hijau menyejukkan
Dia ciptakan air sebagai sumber kehidupan
Dia terbitkan matahari penuh cahaya
Terang di pagi hari, menguning bila petang menyapa</span>

Duhai,semua itu kembali kepada-Nya
Semua adalah milik-Nya dan tunduk kepada-Nya
Dia tunjukkan bukti-bukti kekuasaan-Nya
Lewat para nabi dan rasul utusan-Nya
Lihatlah kekuasaan-kekuasaan-Nya

Ditangan nabi Saleh yang mulia
Dari batu muncul seekor unta betina
Mereka lihat wujudnya dan dengar suaranya
Ada yang percaya dan tak sedikit mengingkarinya
Ditangan nabi Musa yang mulia
Laut terbelah dengan sangat mudahnya
Menjadi jalan keselamatan menuju seberang sana

Ibrahim kekasih-Nya selamat dari api yang membara
Api yang merah panas menyala, dirasanya dingin saja
Nabi Nuh dan seluruh pengikut setianya
Selamat dari amukan banding dan topan luar biasa
Kepada Daud, dia tundukkan jin dan manusia
Semua orang dan binatang tunduk dalam kerajaannya
Semua bahasa ia bisa, bahasa burungpun dikuasainya

Dia utamakan umat Muhammad dengan Qur’an mulia
Ditempatkan semuanya dipenjuru dunia
Ditangan Muhammad purnama terbelah dua
Tapi Al Qur’an adalah mukjizat terbesarnya
Yang selalu terjaga kesucian dan kemurniannya
Dia selamatkan kita dari kekufuran nista
Jika tidak,kita niscaya sudah binasa sejak lama
Maka, ayo kita hilangkan kedunguan kita
Agar selamat dari api neraka yang apinya terus menyala


Syair kedua

Duhai teman!
Hindari dirimu dari permainan dan kesia-siaan
Jaga kesucianmu dalam cinta dan kasih saying
Kenikmatan sesaat jangan kau jadikan tujuan
Keindahan semu jangan kau damba-dambakan

Saatnya kini, kita bangkit dan sadarkan diri
Bersihkan dari segala penyakit karat dari hati
Jua segala cacat dan maksiat yang bikin lalai
Takutlah dihari, yang tak ada yang luput dari Ilahi

Duhai jiwa!
Ayo bangkit dan siapkan dirimu tuk hari depan
Hindari nafsu yang membuatmu lupa daratan
Ayo bergegas menuju keselamatan
Ayo berjuang, berjuang, dan berjuang
Agar kau selamat dari azab yang membinasakan
Raih kemenangan hakiki di negeri keabadian
Selamatkan dirimu dari api yang menyengsarakan

Duhai kau!
Yang suka bermain-main didunia ini
Ingat! Kehidupan dunia tak kan abadi
Tak cukupkah bagimu sebuah wejangan
Hingga kauhabiskan waktumu dalam permainan
Tak ada yang abadi dalam kenikmatan dunia
Semua kan sirna bila waktunya tiba

Yang mengenal-Nya, ia tahu keagungan-Nya
Berbeda negeri abadi dengan negeri fana
Berbeda takwa hakiki dengan takwa pura-pura
Si fasik berbeda dengan yang takwa
Si jujur berbeda dengan pembohong setia

Sungguh, Allah telah perintahkan kita 
Taat pada-Nya jauhi hawa nafsu Durjana
Meski tak ada siksa api neraka bagi pendosa
Meski kita tak ada perintah ibadah pada-Nya
Kita harus tetap taat patuh pada-Nya

Sejarah dan zaman ajari kita
Bagaimana akibat berbuat nista
Yang habiskan waktu demi dunia
Di akhirat kelak,kan dapat susah belaka
Yang petik keindahan bunga dunia saja
Kelak hanya akan memetik sengsara

Yang mengumbar nafsu birahi
Kelak kan takut setengah mati

Pencari kenikmatan syahwat sesaat
Sesungguhnya hancurkan diri sekarat

Amboi,banyak nian orang hancurkan diri 
Dengan gelimang dosa dan kemalasan sejati
Bagaimana bisa seperti ini
Padahal dulu ia dikenal lurus,jauh dari api

Sesungguhnya semua itu merupakan ibrah ( pelajaran ) bagi orang-orang yang berakal.Semuanya merupakan nasehat yang baik lagi bijak untuk menjaga lagi memperbaiki diri. Mari kita berdo’a kepada Allah, semoga kita tidak binasa dalam hina, tidak mendapat siksa yang pedihnya luar biasa, dan dijauhkan dari segala marabahaya dan kematian yang sia-sia. Aamiin ya Rabb.
Wassalamu’alaykum 

0 komentar:

 

..:::Hati Pencari Cinta ILahi:::.. Blogger Templates Designed by Buat Sendiri | Karya Tangan Terampil. Hati Muhasabah Sang Ikhwan Lahir: 06-01-92. Featured on Karanganyar. © 2011