Selasa, 30 November 2010

Wahai Akhwat Lamarlah Aku



Beberapa pihak berpendapat bahwa gengsi dong wanita melamar atau “menembak” duluan,

Padahal dalam cara dan teknis ialah wanita yang meminta dilamar.

Teknis atau caranya Akhwat menggunakan perantara menyampaikan maksudnya (menawarkan diri), lalu prakteknya pihak / keluarga lelaki yang mengkhitbah/melamarnya.

Bila sudah bertaaruf (saling berkenalan), sudah melihat langsung (nazhor) dan sudah istikharah, sebaiknya Ikhwan harus jujur dan berani ungkapkan kondisi keuangan, begitupula akhwatnya.

Sering terjadi jurang pemisah yang lebar antara anak (akhwat) dengan ibu bapaknya, sang anak mengerti agama islam karena rajin mengjadiri taklim n ikut berjamaah. Namun ibu bapaknya tidak, sehingga kerangka berpikir ortu menjadi berbeda dan hanya mengikuti kebiasaan apa yang terjadi di masyarakat.

Akibatnya, Sang akhwat siap menikah apa adanya, tetapi orang tua ingin menjaga status sosialnya, menunggu ikhwan yang mampu membiayai dan melaksanakan pesta mewah.

Jadi, bila tak ada komunikasi antara anak, calon mantu dan orang tua. Maka akan menjadi hambatan terjadinya pernikahan. dan muncullah puisi berikut ini:



[Puisi] Wahai Akhwat Lamarlah Aku

Wahai Akhwat
dengarlah
Rahasia Hati lelaki miskin
yang kau todong agar segera kawin
yang kau tunggu "khitbahnya kapan?"

Wahai Akhwat
Dengarlah hati lelaki miskin ini
bukannya aku tak mau melamarmu
tetapi aku malu

baru mampu menyiapkan sebentuk cincin untukmu

Wahai Akhwat
bukannya aku tak mau segera melamarmu
ketika kau hadiri walimah yang mewah itu serasa kau menuntutku harus seperti itu

Wahai Akhwat
daripada aku malu melamarmu
bila hanya untuk ditolak oleh ayah ibumu

maka
lebih baik kau saja yang melamarku
aku akan balik mengkhitbahmu

dengan mahar sebentuk cincin indah
yang sudah lama kusiapkan untukmu

***
Tulisan di atas disarikan dari konsultasi-konsultasi akhwat yang taaruf minta segera dinikahi, tetapi banyak konsultasi dari sang lelaki sering ragu melamar karena merasa kurang harta, kawatir ditolak di zaman serba mengukur materi ini

****Dalil Bolehnya Wanita “Melamar”/ Dalam Arti Meminta Dilamar Dan Dinikahi*****


”Dari Tsabit, ia berkata,
”Kami duduk bersama dengan Anas bin Malik yang disebelahnya ada seorang anak perempuannya.

Lalu Anas berkata,” datanglah seorang perempuan kepada Nabi SAW, lalu ia menawarkan dirinya kepada beliau, kemudian perempuan itu berkata,

”Wahai Rasulullah maukah tuan mengambil diriku? "

Kemudian anak perempuan Anas menyeletuk, ”Betapa tidak malunya perempuan itu!”

Lalu Anas menjawab,”Perempuan itu lebih baik daripada kamu”. Ia menginginkan rasulullah, karena itu ia menawarkan dirinya kepada beliau”.

(HR. Ibnu Majah).

Mari menikmati sejarah Proses Menikahnya Khadijah RA, berikut ini:

Saat Khadijah mendengar kabar dari pelayannya, bahwa ada seorang pemuda yang bernama Muhammad bin Abdullah, yang terkenal mulia akhlaknya, Khadijah RA merasa menemukan idamannya.

Saat itu Khadijah RA pernah menjanda dua kali, menolak lamaran para pejabat tinggi suku Quraisy,

Saat mendengar kabar pemuda berakhlak mulia tersebut, maka Khadijah RA menyampaikan niat baiknya kepada seorang sahabat dekatnya, yang bernama Nafisah binti Munayyah.

Kemudian Nafisah menyampaikan keinginan Khadijah ini kepada Muhammad, dan Muhammad menyambutnya dengan baik.

Lalu Muhammad menyampaikan hal tersebut kepada paman-pamannya.

Akhirnya mereka pun melamar Khadijah dan terjadilah pernikahan mulia dan penuh berkah.

Jadi boleh saja wanita meminta dilamar, melalui perantara walinya atau orang kepercayaannya yang akan menyampaikan kepada calon suaminya,
wallahu a’lam.

Disarikan dari konsultasi2 akhwat yang taaruf minta segera dinikahi, tetapi konsultasi2 sang lelaki sering ragu melamar karena merasa kurang harta, kawatir ditolak dizaman serba mengukur materi ini>


0 komentar:

 

..:::Hati Pencari Cinta ILahi:::.. Blogger Templates Designed by Buat Sendiri | Karya Tangan Terampil. Hati Muhasabah Sang Ikhwan Lahir: 06-01-92. Featured on Karanganyar. © 2011