Jumat, 25 Mei 2012

Penyelesaian Atau Perceraian





Tadi Malam Sahabatku Bercerita Mengenai Tetangganya yang bercerai dengan istrinya. Hanya karena permasalahan Materi, Penghasilan Istri Lebih Besar Dari Suami, Sang Istri Tidak Bisa Menghargai Usaha Suaminya. Sang Suami Tidak Bisa Menerimanya.Dan Berujung Perceraian.

Semalaman Saya Tidak Bisa Tidur, Berusaha Keras Berfikir Apa Yang Seharus nya saya lakukan jika saya berada di posisi sang suami. apa yang harus aku lakukan..? Apakah aku akan tetap mempertahankan egoku. Ataukah aku lebih baik mengalah dan meminta maaf.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Saya Menikah Dengan Kekasihku 5 Tahun yang lalu, Saya bekerja di sebuah perusahaan. Karena penghasilanku belum mencukupi untuk semua kebutuhan rumah. Istriku ikut bekerja di luar untuk membantu....

"Tapi memang penghasilan istriku lebih besar kalau di bandingkan dengan saya...
Di suatu malam terjadi percakapan yang agak mengguncang rumah tangga kami...

saya   :     Uumii, Kesini yuk......(Ajak ku untuk sesuatu)

Istri    : Tidak ah....
           Aku tidak mau Bi..
           Abi Sebagai Kepala Rumah Tangga Belum Bisa Memenuhi Kebutuhan ku Sepenuhnya
           Mau Enaknya Aja....
           Aku Masih Bekerja Sendiri, Sedangkan Abi apa....? (Ucapnya Menolak)

"Aku memahaminya kalau istriku sedang kesal, Tanpa di sadarinya menuntut haknya. Dan Kata Itu Terdengar Keras Menusuk Hatiku. Sebagai Seorang Laki-laki saya merasa sangat di rendahkan. Tapi itulah adanya "Aku belum bisa memenuhi kebutuhannya", Aku tidak akan menyambung kata Istriku lagi. Aku takut ia malah menjadi.....

"Kemudia aku datangi, Di Hadapan Istriku....

Saya  :    Uumii Mawar. Duduk Dulu Yah....

Saya Sebut Nama Istriku dan Mempersilahkan Duduk, Yang Saat Itu kami berada di ruang utama, Kami duduk berhadapan. Kemudiaan saya pegang tangannya dengan erat serta aku pandang penuh.

Saya  : Maafkan Aku Uumii Mawar, Sekiranya Aku Belum Bisa Menjadi Yang Terbaik Di MataUumii.
           Dan Terimakasih Yah, Telah Membantu Abi. Yang Seharusnya Itu Adalah Tugas Abi...

Lalu Aku Tersenyum. Aku selalu menyebut nama Istriku untuk menyentuh hatinya, dan aku menghargai usahanya, yang telah membantuku. Tanpa tersadar air mataku jatuh di atas tangan Istriku.

Istri  : Ya ALLAH,..
         Maaf kan Uumii ya Abi...
         Uumii Berkata kasar pada Abi...
         Uumii Masih Egois...
         Uumii Tidak Menghargai Abi...
         Seharusnya Uumii Berfikir Kita Bukan Aku, Karena Kita Adalah Keluarga....

Suasana kembali tenang, dan Senyum kamipun mengembang....
Kemudian istriku pindah dari tempat duduknya ke sebelah kananku dan bersandar di pangkuanku....

Saya    : Uumii Capek Yah..?
             Sini, Abi Pijitin....

Istri    : Ahh.. Abi Genit Nih...!"
            Ya Udah Deh...

SEKIAN.....

NB :
"Ketika Terjadi Masalah Dalam Keluarga Segeralah Untuk Menyelesaikannya, Jika tidak Masalah Itu Akan Muncul Kembali di Lain waktu dengan tumpulan yang lebih besar.

"Masalah Bukanlah Untuk Di Hindari, Atau Untuk Di Lupakan Karena memang tidak akan Membawa Penyelesaian.

"Setiap Masalah dalam keluarga akan membuatnya semakin dewasa, dan masih banyak hikmah lain di baliknya...

"Berkeluarga tak selalunya manis di kalanya akan ada rasa lain yang mewarnai....
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ini Jika Aku Berada Di Posisinya Sang Suami, ini Hanyalah Coretan Tak Berarti. Tetaplah aku tidak mengetahui kondisi sebenarnya. Karena Memang saya Belum Mengalami dan melakukannya Tapi Setidaknya Bisa Menjadi Pelajaran Di Masa Mendatang....

Semoga saya bisa menjalani semua permasalahan ketika telah datang Amanah Sebuah Keluarga Kepadaku Kelak, dan jangan samapi Trand yang di zaman sekarang ini marak, di anggap penyelesaian terbaik, dan sebenarnya ada yang lebih baik, terjadi padaku nantinya yaitu perceraian....

Aku Jadi ngantuk... Tidur lagi Ahhh.... hehe...Tapi kalaau saya sudah terbangun, tidak bakalan bisa tidur lagi, mending Belanja sayur dulu dan segera memasak....
---------------------------------------------------------------------------------------------
"Adalah engkau, dia yang kurindu...
"Tuk menjadi bunga dihatiku...
"Menjadi peneduh kalbu...
"Diperjalananku...
"Mengiringi setiap langkah saat menuju...
"Acuan hidup ini...
---------------------------------------------------------------------------------
25/05/2012   
05 : 30
Pena : Bunga HATI

2 komentar:

Hzndi on 29 Mei 2012 pukul 05.26 mengatakan...

bagsu gan kata2nya :)

goki on 1 Maret 2013 pukul 16.25 mengatakan...

Hanya catatan iseng aja , hehe..
terimakasih sudah berkunjung..

 

..:::Hati Pencari Cinta ILahi:::.. Blogger Templates Designed by Buat Sendiri | Karya Tangan Terampil. Hati Muhasabah Sang Ikhwan Lahir: 06-01-92. Featured on Karanganyar. © 2011