Rabu, 05 Januari 2011

Bacaan Bidadari Dunia


Realita tentang degradasi (kemerosotan) moral yang terjadi pada kaum wanita saat ini, memang, sudah sangat jauh sekali dari tatanan tamadun (beradab). Dengan cara menjadikan tubuh mereka sebagai tontonan gratis lewat pakaian yang ekstra ketat atau setengah telanjang (meninggikan rok dari lututnya, meruncingkan kerah belahan dada dan memperluas area pameran punggung). Semua itu mereka lakukan untuk menarik aset yang sebesar-besarnya, dengan mengesampingkan norma -norma yang ada di lingkungan masyarakat, tanpa pernah memikirkan dampak negatif dari perbuatannya itu.

Islam sebagai agama samawi yang terakhir, dari jauh-jauh hari telah memberikan rambu-rambu untuk menjaga kehormatan wanita, melalui seperangkat nash-nash shahih yang ada dalam al-Qur an dan Sunnah Rasulullah. Kedua pedoman tersebut mendidik wanita muslimah tentang bagaimana berperilaku, baik dalam hubungannya dengan Allah, keluarga dan masyarakat (orang lain), begitu juga dengan keperibadiannya sendiri. Siapapun yang meneliti dan mengamati nash-nash tersebut pasti akan kagum dan terkesima, karena hal-hal yang disampaikan mampu menjangkau seluruh aspek kehidupan wanita, mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar.

Sosok wanita yang berakhlak mulia (shalihah) merupakan hal yang sangat urgen bagi kehidupan umat manusia, karena wanita memiliki peran yang sangat besar dalam mendidik generasi penerus bangsa, mencetak para ilmuwan yang beriman, ekonom yang jujur, politisi yang bijak, pejabat dan pemimpin yang amanah. Disamping itu, peran mereka juga teramat penting dalam menanamkan akhlak yang mulia, mengokohkan nilai-nilai moral, menghiasi kehidupan dengan mahabbah (cinta), kasih sayang dan kedamaian.

***

Hanya wanita shalehah yang mampu dan siap membentuk kader umat dan bangsa yang ber-etika, disaat wanita-wanita lain diganduli oleh filsafat hedonisme, materialisme dan dijerat oleh pelbagai aktivitas jahiliyah yang sangat jauh dari hidayah Allah Swt.. Dialah wanita penerang disaat  listrik  dunia ini mati dipengaruhi faham-faham barat yang tidak bertanggungjawab. Penyejuk hati bagi jiwa-jiwa yang gelisah dan tak tahu tujuan hidup. Dialah wanita kekasih Allah Swt. yang selalu mendapatkan perlindungan-Nya dari  tangan-tangan  pria yang tak beradab. Dialah  bidadari dunia  yang diper-untukkan buat laki-laki shaleh. Dan Islam sangat membedakannya dengan wanita-wanita lain dari segala sisi.

Untuk memenuhi keingintahuan kita soal bagaimana wanita muslimah shalehah yang bersosok bidadari dunia, lewat buku  Bidadari Dunia, Potret Ideal Wanita Muslim  yang dikarang oleh pemuda yang berumur 22 tahun : Muhammad Syafi i al-Bantanie ini, kita akan mengetauhi ciri-ciri, sifat dan gaya kehidupannya.

Dengan kepiawaiannya, Muhammad Syafi i al-Bantanie mampu mengajak para muslimahshalehah untuk menjadi bidadari dunia, dengan cara mengawali langkah pertama dengan mengenal seperti apa sebenarnya bidadari yang hadir di dunia ini? Syafi i mengilustrasikan, bahwa bidadari dunia itu seperti mutiara yang tersimpan baik,karena selalu menjaga diri (iffah) dan kehormatannya. Jelita karena menghiasi pribadinya dengan akhlak mulia. Dan bermata jeli karena penglihatannya terpelihara dari hal-hal yang haram. Wanita seperti inilah yang disebut Rasulullah Saw.sebagai perhiasan terindah (hal. 2-14).

Setelah mengenal seperti apa bidadari dunia itu, buku ini juga menuntun para wanita muslimah untuk bisa juga menjadi bidadari dunia dengan mengenal karakteristik wanita muslimah shalihah yang berwujud bidadari. Diantaranya, selalu menjaga aurat. Wanita, sejatinya, selalu diidentikkan dengan bunga sebagai lambang keindahan. Dan tidak ada yang paling nikmat dari tubuh wanita, menurut pandangan nafsu, selain auratnya. Maka tak pelak lagi, jika Islam sebagai agama yang memuliakan wanita, mendidik wanita shalihah untuk selalu menjaga auratnya (hal. 15-81).

Kemudian, pengarang muda ini juga tak lupa menjelaskan apa peranan wanita shalihah di dunia ini? Di dalam buku ini Syafi i menjelaskan, bahwa salah satu peran wanita shalihah adalah sebagai pendidik utama. Karena dari tangan seorang ibu shalihah itu akan lahir penerus bangsa; akan lahir pemerilahara agama; akan lahir pemimpin yang adil dan bebas korupsi. Maka tak salah, jika Napoleon Bonaparte mengatakan,   seorang ibu menggoyang ayunan dengan tangan kanannya dan dunia dengan tangan kirinya  (hal. 82-92).

Pemaparan isi buku yang dikarang oleh pemuda yang dilahirkan tahun 1983 ini, tidak hanya sebuah teori saja namun sudah dibuktikan oleh beberapa muslimah yang sudah berubah menjadi  bidadari dunia ,sehingga didalam buku ini juga ditampilkan cerita-cerita tentang para  bidadari dunia  yang telah berhasil. Diantaranya Gadis penjual susu. Gadis yang taat kepada Allah, yang tak ingin melakukan kecurangan dalam usahanya. Sekalipun pada saat itu, sudah menjadi kebiasaan para pedang melakukan kecurangan dengan mencampurkan air dalam susu tersebut, supaya kelihatan banyak dan mendapat untung lebih. Namun dirinya tetap berusaha untuk tetap adil.

Suatu hari khalifah Umar Bin Khattab sedang berkeliling kota Madinah untuk mengontrol kondisi rakyatnya, kemudian beliau melintas di depan rumah gadis tersebut dan mendengar pembicaraan gadis tersebut dengan ibunya. Ketika itu, ibu gadis tersebut menyarankan kepadanya untuk mencampurkan air di dalam susu perahannya supaya kelihatan banyak seperti para pedang lainnya. Namun gadis tersebut menjawab dengan sopan,  Ibu, Amirul Mukmin melarang perbuatan tersebut .  Tapi, Amirul Mukminin kan tidak melihat?  jawab ibunya kembali. Dengan tenang gadis tersebut bertutur,  Benar bu, Amirul mukminin tidak melihat, tapi Tuhannya amirul mukminin, Allah Swt. Maha Melihat apa yang dikerjakan hamba-Nya.

Setelah mendengar ketaatan wanita tersebut kepada Allah, Amirul mukmin pun bergegas pulang dan menceritakan perihal gadis tersebut kepada anak laki-lakinya, kemudian menyarankan anaknya untuk menikahi gadis tersebut. Sehingga dari keturunan gadis tersebut lahirlah Ummu Ashim, yang kemudian dinikahi Abdul Aziz Bin Marwan. Dari pernikahannya tersebut lahirlah Umar Bin Abdul Aziz, seorang pemimpin yang shalih (hal. 93-112).

Di akhir buku ini, juga akan diulas dengan beberapa renungan yang membuat air mata kita menetes tanpa kita sadari, karena begitu banyak dosa yang kita perbuat tanpa pernah sadar bahwa dosa itu telah membuat kita kufur nikmat (hal. 113-128).

Kehadiran buku ini sangat bermanfaat sekali bagi para muslimah, baik itu yang sudah menikah ataupun belum, begitu juga untuk para pria, yang pada gilirannya akan terbawa dalam komunitas ini. Artinya, buku ini juga berfungsi sebagai  lampu sorot  dalam mencari pendamping hidup yang bersosok  bidadari dunia . Paling tidak, buku ini bisa dijadikan sebagai penuntun untuk mengkader putri-putri tersayang menjadi bidadari dunia sejak dini. Namun, buku ini tidak begitu banyak mengajarkan kiat-kiat ber-interakasi dengan putra-putri untuk menjadikan si  buah hati sebagai potret anak sang  bidadari dunia . Kekurangan yang sedikit ini tidak begitu mempengaruhi tujuan pengarang dalam menggambarkan sang  bidadari dunia : Wanita Shalehah.

*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Fakultas Syariah Islamiyah, Tk. III, dan Dewan redaksi buletin GENERASI Kairo, Mesir

Dari ku, untuk ku....


Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru

Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah

Tapi... coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku
Karena ibadahku masih pas-pasan

Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku
Hmm.. masih lebih besar duniawiku

Ya Allah
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?

Ya Allah
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah

Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu

Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana
Ya Allah,
Ijikanlah...

Selasa, 04 Januari 2011

Menjadi Bidadari Dunia-Akhirat


Keindahan surga tergambar pada QS Ali’Imran 14 :
Dijadikan indah bagi manusia kecintaan terhadap apa-apa yang diingini (syahwat) dari wanita-wanita, anak-anak dan harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan, Allah, disisiNyalah sebaik-baik tempat kembali.


Wanita-wanita surga disebut sebagai bidadari. Yang terbagi dari dua yaitu bidadari yang Allah SWT ciptakan langsung sebagai bidadari (sudah ditempatkan di surga) dan wanita-wanita mukmin yang ada di bumi (yang kelak bila masuk surga menjadi bidadari).

Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah :

Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat dan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan cinta dan umurnya sebaya.

Ar-Rahman 16 :

Di dalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang sopan menundukan pandangannya. Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka. Tidak pula oleh jin.

Lalu, siapakah orang yang akan sangat beruntung mendapatkannya? Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena berjihad di jalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas membela agama Allah.

Ali’Imran 15 :

Katakanlah hai Muhammad : ‘Inginkah aku kabarkan kepada kalian apa yang lebih baik daripada yang demikian itu? Untuk orang-orang bertaqwa disisinya Rabbnya ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Dan istri-istri yang suci serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya’.

Ad-Dukhan 51-54 :

Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada di tempat yang aman. Di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera halus dan sutera tebal (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah dan Kami jodohkan mereka kepada bidadari-bidadari bermata jeli.

Seiring dengan datangnya Islam ke bumi sebagai Rahmatan lil’alamiin, turun juga bidadari-bidadari, dia berwujud manusia yang berhati lembut, menyenangkan dan menyejukkan bila dipandang mata serta menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya.

Allah telah menetapkan beberapa wanita mulia sebagai penghuni surga & penghulu (pemimpin) para bidadari, mereka adalah:

  • Asiyah

    Sebagai istri Firaun (raja yang sangat zalim), ia mampu mempertahankan aqidah yang dibawa oleh Nabi Musa AS, ia tidak tergiur dengan harta, kemewahan, tahta & kekuasaan. Do’a yang selalu ia panjatkan :

    " Ya Rabb-ku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS At-Tahriim 11)

    Ia juga teguh memegang keyakinannya pada Allah semata walapun Fir’aun tak hentinya menyiksa. Sesaat sebelum syahid menjemput, ia tersenyum melihat malaikat-malaikat langit turun mendatanginya dan mengajaknya menuju rumah di sisi Rabbnya di surga.

  • Maryam

    Lahir dari keluarga pemuka agama Bani Israil, Maryam yang oleh orangtuanya diharapkan lahir laki-laki telah dinazarkan untuk diserahkan kepada Baitul Maqdis dan berkhidmat kepada agama Allah. Hidupnya dijalani dengan penghambaan yang utuh kepada Allah SWT. Ia tak pernah menyesali sesuatu yang tidak pernah dimiliki dan menerima dengan lapang hati taqdir Illahi.

  • Khadijah

    Wanita mulia yang penuh keikhlasan dalam mendermakan seluruh kekayaanya untuk dakwah Rasulullah SAW, demi tegaknya Islam. Begitu tinggi kedudukan beliau di sisi-Nya sampai-sampai sudah disiapkan untuknya sebuah istana dari permata nan sejuk & damai di surga.

    ‘...Ia beriman padaku ketika semua manusia ingkar. Ia membenarkanku ketika seluruh manusia mendustakan. Ia membantuku dengan hartanya ketika semua manusia menahan harta mereka....’ (HR Ahmad)

  • Fatimah

    Fatimah yang tumbuh dan berkembang dalam binaan langsung dari ayahanda Rasul yang baik, lemah lembut dan terpuji menjadikannya seorang gadis yang juga penuh kelembutan, berwibawa, mencintai kebaikan plus akhlak terpuji meneladani sang ayah. Rasulullah SAW pun menisbatkannya sebagai wanita penghulu surga.


Setiap wanita berpeluang menjadi bidadari baik di dunia terutama di akhirat kelak, ASALKAN :
  • Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syariat Allah.

  • Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya.

  • Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi pekerti yang mulia. Tidak hobi berdusta, bergunjing dan riya.

  • Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa mendoakan orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi keduanya.

  • Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangakan, bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada didekatnya. Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi. Ia melayani suaminya dengan baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi suaminya untuk berjuang membela agama Allah.

  • Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu, bersikap sederhana. Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti belajar untuk bekal hidupnya.

  • Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdianya kepada masyarakat dan agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan dengan hartanya. "Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah". (HR Muslim)


Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholehah yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini.

Ya Allah jadikanlah, ibu kami, kakak dan adik kami serta perempuan-perempuan di sekeliling kami menjadi bidadari di dunia dan akhirat, amiin..

Wallahu’alam bishshowab

PUISI




BERSAMA MEMURNIKAN AKIDAH & AKHLAK MUSLIM


1: ILMU DAN MAKRIFAT

Wahai yang tidak aku kenali

ku panjat gunung yang tinggi

sangkaku Engkau berada di puncaknya

namun tidak ku temui Engkau di sana.



Lalu aku terjun dari puncak gunung

jika Engkau ada pasti Engkau tidak membiarkan daku.



Tangan Kudrat Iradat-Mu menyambar ku

aku terbang dengan sayap Rahmani-Mu

mengembara ke seluruh alam maya

namun tidak ku temui Engkau di dalam alam.



Hatiku mengatakan Engkau ada

lalu aku keluar daripada alam

dan aku terjun ke dalam hatiku.



Di sana aku temui kebodohanku

bodohnya aku menyangka akulah Aku

sedangkan Dia jualah Aku

dan aku tiada beserta Dia.



Bila aku tiada beserta Dia

tinggallah Dia sendirian

rindulah Dia kepada diriku

lalu Dia terjun ke dalam hatinya

di sana Dia berjumpa Aku

Aku menyambutnya dengan tersenyum.



Aku dan Dia

Dia dan Aku

bukan dua dan bukan Satu

satu masih berbentuk

masih berjarak titik atas dengan bawah

sedangkan Aku dan Dia

tiada antara

bukan juga titik yang halus

titik yang halus masih menempati ruang

sedangkan Aku dan Dia

tiada rupa tiada bentuk tiada ruang tiada zaman.



Aku adalah Dia

Dia adalah Aku

tiada beza antara Aku dan Dia

bila aku cuba mengenali Dia

aku tidak kenal lagi diriku

aku tidak kenal lagi diri Dia

bila dia cuba mengenali diriku

dia tidak kenal lagi dirinya

dia tidak kenal lagi diriku.



Tiada lagi kenyataan

tiada juga keghaiban.



Pengenalan sebenar adalah tidak kenal

pengetahuan sebenar adalah tidak tahu.



Aku adalah rahsia Dia

Dia adalah rahsia Aku

usah diganggu rahsia ini.

2: PENCARIAN

Paling aku tidak mengerti

bagaimana mahu menyeru-Mu

jika nama juga hijab

antara Engkau dengan aku.



Engkau esa

tiada hijab menemani Mu

mana mungkin Engkau terhijab.



Berapa banyak hati sudah hancur luluh

dalam merindui Mu

berapa banyak fikiran telah berkecai

dalam mencari Mu.



Engkau dekat

tetapi bila didekati Engkau menjauh

bila berhenti Engkau melambai

bila dikejar Engkau menjauh kembali.



Bila aku di tangga rumah Mu

Engkau menutup pintu

bila aku undur

Engkau membuka jendela

bila aku mengintai

Engkau melabuhkan langsir.



Dalam kepayahan ini

daku perlukan penawar

penawar itu ada pada tangan Mu

namun aku malu menghulurkan tanganku yang cemar

untuk disambut oleh tangan Mu yang suci.



Aku tidak tergamak meminta Engkau menjadi teman

kerana aku tidak pernah membuktikan kesetiaan sebagai sahabat

namun hatiku gila kepada Mu

tetapi aku malu memanggil Engkau kekasih

kerana aku tersangat hodoh dan hina.



Janganlah Engkau murka

lantaran si hodoh dan hina ini mengasihi Mu.



Wajahku yang hodoh dan hina

tidak layak Engkau tatapi

Wajah Mu yang cantik berseri

tidak layak aku tatapi

di atas tangga rumah Mu aku terlena

dengan harapan mataku tidak terbuka lagi

kerana aku tidak tahan merindui Mu.



Izinkan daku bermalam di tangga rumah Mu

dan memejam mataku di situ

agar apabila Engkau membuka pintu

Engkau memandang kepada ku

walaupun daku tidak memandang kepada Mu.

3: PENCARI

Daku terbang mencari Mu

lalu aku dipanah oleh pemanah

cederalah dadaku

adakah begini nasib si pencari Mu?



Jika Engkau bertanya apakah yang daku mahu

jawapanku hanya satu: Engkau, semata-mata Engkau.



Selamatkan daku dari anak panah

supaya aku terus kuat terbang kepada Mu.



Engkau Pemilik keteguhan

masukkan daku ke dalam benteng keteguhan Mu

agar daku menjadi teguh

tiada anak panah mencederakan daku.



Janganlah sesiapa menggangu daku

biarkan daku bersama yang ku kasih

sehingga Dia mengizinkan

daku menyertai kalian.

4: ILMU DAN MATLAMAT

Daku terbang dengan sayap Rahmani Mu

Menggalas ilmu di atas belakang

Agar daku tidak sesat di jalanan

Tapi ilmu ini amat membebankan daku

Hingga daku tidak terdaya terbang tinggi

Izinkan daku mencampakkan ilmu ke bumi

Biar sayap Rahmani Mu sendiri membawa ku pergi

Sesuka dan semahu Mu.



Engkau ciptakan daku hanya untuk Mu

Maksud dan tujuan ku hanyalah Engkau

Sampaikan daku kepada tujuan penciptaan dan matlamat ku.

5: DOSA, KEBAIKAN DAN YANG HAK

Aku kumpulkan sekalian dosa-dosa ku

yang menghimpit jiwaku

aku melihat seluruh dunia adalah dosa

izinkan daku

meletakkan segala dosa di bawah tapak kaki ku.



Aku hadapkan pandangan kepada kebaikan

bila daku melihat diriku yang baik

berdatangan diri-diri lain menghijab

izinkan daku

meletakkan segala kebaikan di bawah dosa-dosa.



Aku berhadapan dengan keinginan-keinginan

tanpa dosa jiwa belum tenang

keinginan-keinginan mengheret kepada kegelisahan

tidak sabar.



Wajah keinginan memperlihatkan ego diri

takutkan kesusahan dan kehinaan.



Keinginan adalah dosa sebenar

dosa-dosa lain adalah anak-anaknya

walaupun anak-anak dikuburkan

ibu akan terus melahirkan anak-anak baharu.



Bagaimana menghapuskan keinginan

bukankah ia adalah diriku sendiri.



Aku melihat kepada diriku

terasa kesamaran di sebalik diri yang berkeinginan

dalam kesamaran itu

wujud diri yang suci murni

tanpa keinginan.



Ia tidak dikurung oleh jasad

tiada ruang

tiada zaman.



Ia sentiasa damai dan tenteram

namun ia tidak diberi kesempatan

untuk memperlihatkan wajahnya.



Kuburkan diri yang berkeinginan!

begitulah ucapan Mu yang ku dengar.



Bila daku mendengar ucapan Mu

aku melihat diri ku berada di tengah-tengah

di antara Engkau dan diri yang berkeinginan

aku melihat

diri yang berkeinginan itu bukanlah diriku yang sejati

ia hanyalah bayang-bayang yang muncul

dari pancaran cahaya Mu kepadaku yang terhijab

mengapa kepada bayang penglihatan ku tertuju

sedangkan Engkau adalah cahaya

dan aku yang menerima cahaya

bayang adalah kegelapan

mengapa terpesona dengan kegelapan.



Engkau terangi daku dengan cahaya Mu

untuk ku kenali diriku

agar pengenalan itu membuatku melihat cahaya Mu

dan mengetahui bahawa cahaya Mu yang paling nyata

sedangkan aku dan lain-lainnya

adalah zarah-zarah yang terapung-apung

di dalam angkasa raya cahaya Mu.



Cahaya Mu yang tanpa warna tanpa rupa

adalah kebijaksanaan tanpa tara

dengannya segala menjadi nyata.



Sekalian wajah-wajah adalah cermin wajah Mu

cermin itu adalah keindahan

keindahan adalah bayangan wajah Mu

keindahan adalah rasa hati

bukan bentuk bukan rupa

apabila hati mesra di dalam keindahan Mu

itulah penatapan wajah Mu

bulat, leper, atau panjang

putih, kuning atau hijau

kelmarin, hari ini atau esok

semuanya tidak menjadi soal

pada hati yang melihat keindahan wajah Mu.



Hati itulah rahsia besar.



Pandanglah Tuhan tanpa menggunakan mata

Dia tidak pernah bersembunyi

dengarlah ucapan tanpa menggunakan telinga

Dia tidak pernah berhenti berkata-kata.

6: KERAGUAN

Engkau ajukan pertanyaan:

mengapa fikiranmu bersimpang siur

mengapa dukacita tidak terlepas daripadamu.



Wahai Pelindung diriku

apabila aku mendatangi Mu dengan diriku

aku kecundang

fikiranku tidak bisa menjurus

jiwaku tidak bias tenang

keraguan tidak terpisah dari diriku.



Pengalaman ini membuatku mengerti

mengenali Mu bukanlah dengan diriku

pengenalan Mu adalah dengan Diri Mu.



Cahaya Mu yang menyatukan segala fikiran

cahaya Mu yang membakar segala kerisauan.



Daku bukakan hatiku sambil memohon:

wahai ar-Rahman!

penuhilah hatiku dengan cahaya Mu

tanpa cahaya Mu mana mungkin daku melihat Mu.

                        7: RAHSIA

Bagaimana hendak ku serahkan

zat rahsiaku kepada-Mu?

ini adalah persoalan besar.



Engkau ucapkan:

katakanlah: Roh adalah urusan Tuhanku.



Rahsia adalah rahsia

mana boleh diterka

hanya daku perlu meyakini

ia adalah urusan Tuhanku

mengapa aku cuba memikul urusan Tuhan

serahkan hak Tuhan kepada Tuhan..



Wahai Tuhanku

Engkau mengetahui zat rahsiaku

daku sendiri tidak mengetahuinya

tanpa pengetahuanku tentangnya

daku serahkannya kepada Mu

terimalah, terimalah, terimalah

daku tidak hairan

bagaimana Engkau menerima zat rahsiaku

kerana Engkau yang paling rahsia

Pemilik segala rahsia.

8: PENYERAHAN

Engkau berdiri dengan sendiri

Engkau mutlak

tiada yang lain mampu mempengaruhi-Mu.



Engkau Maha Perkasa

Engkau kembangkan payung keperkasaan-Mu

melindungi yang lemah dan tidak berdaya

akulah yang lemah dan tidak berdaya itu

di bawah paying keperkasaan-Mu daku bernaung

Engkau sekali-kali tidak akan menolak

para hamba yang menyerah diri kepada-Mu.



Alangkah mudahnya

bila segala sesuatu diserahkan kepada-Mu

dan yakin Engkau menerimanya

Engkau tidak pernah letih atau lalai

tidak mengantuk tidak tidur

tidak bosan menguruskan hal hamba-hamba-Mu.



Wahai Pelindung diriku

penyerahan adalah kelapangan

penyerahan adalah kedamaian

penyerahan adalah Kesejahteraan.



Wahai Pelindung diriku

penuhilah hatiku dengan yakin

agar sekaliannya kembali kepada-Mu

tanpa sebarang sisa pada diriku.



Engkau gemar mendengar tutur-kata hamba-hamba-Mu

Engkau tidak jemu mendengar daku membebel

tiap ucapanku Engkau jawab

dengan kelembutan-Mu

wahai al-Latiff

kami para hamba sangat Engkau manjai

dengan kemaha-lembutan-Mu.

9: ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU

Mereka berkata alam menjadi dalil wujud Allah

aku pandang pada alam

Allah tidak kelihatan

mana mungkin ada kekuatan alam

mempamer wujud Tuhan

bukankah Allah tidak memerlukan alam

Dia yang zahir dan Dia yang batin

Dia yang awal dan Dia yang akhir.



Aku pandang ke dalam hatiku

zat rahsiaku diterangi Rahsia Ilahi

kemudian akau pandang kepada alam

baharu aku melihat Cahaya-Nya meliputi alam

aku pandang lagi kepada alam

cahaya-Nya kembali terhijab dari pandangan

lalu aku pindahkan alam ke dalam hatiku

aku kembali melihat  Cahaya Ilahi meliputi alam.



Cahaya-Nya hanya boleh dipandang oleh zat rahsiaku

apabila aku menyatu dengan zat rahsiaku

tanpa takwil tanpa hujah tanpa terka

tanpa ulasan tanpa kupasan tanpa huraian

hanya yakin dan larut di dalam keyakinan

bahawa aku tidak terpisah daripada zat rahsiaku

baharu dapat aku saksikan Cahaya-Nya

tanpa rupa tanpa warna

hanya jelira di dalam yakin

sesungguhnya Cahaya Engkau yang aku pandang.



Apa jua yang nyata

bila aku halakan pandangan ke sana

daku tidak melihat wujud di situ

hinggalah akau halakan pandangan ke dalam hati

baharulah aku melihat wujud menyertainya.

10: PENGLIHATAN

Daku menyaksikan Engkau jualah yang berbuat segala-galanya

Engkau hadir dalam terang dan menyamar

Sering daku terpedaya oleh penyamaran-Mu.



Daku panjatkan doa

Angkatkan tabir hijab

Agar daku sentiasa melihat-Mu

Tatkala Engkau hadir dalam nyata atau menyamar

Tetapkan penglihatanku kepada-Mu

Ambillah pandangan majazi ini

Kurniakan daku Cahaya Mu sebagai penglihatan

Agar tidak ada yang daku pandang

Melainkan Engkau jua yang kelihatan.

11: NAFSU

Engkau ciptakan Firaun, Haman dan Qarun

Mereka adalah sebesar-besar penderhaka terhadap-Mu

Namun Engkau kurniakan dunia seluruhnya kepada mereka

Itulah tandanya

Dunia ini tidak melebihi sebelah sayap nyamuk pada sisi-Mu

Tapi nafsu kami masih juga terliur

Melihat keagungan Firaun, kepintaran Haman dan kekayaan Qarun

Nafsu kami masih inginkan

Sayap nyamuk yang sebelah itu.



Nafsu sangat sabar menyembunyikan laparnya

Sesekali ia menghantar isyarat

Jika Engkau menjawab ia akan bangun

Di kala itu Engkau akan tertawan.



Nafsu umpama sebuah kenderaan

Enjinnya ialah tamak

Rodanya ialah dengki dan khianat

Seteringnya ialah tipudaya

Bila kenderaan ini berjalan

Ia meninggalkan asap kotor di belakang

Tetapi si pemandu asyik memandang ke hadapan

Tidak pernah melihat pencemaran yang ditinggalkan.



Nafsu adalah sebahagian daripada dirimu

Ia boleh diam dan tidur tetapi tidak berputus asa

Perlulah engkau sentiasa berwaspada.

12:ASYIK

Bila kerinduan terhadap-Mu menguasai hati

Sirnalah segala yang maujud

Tiada lagi yang dapat memberi kepuasan.

13: SELAWAT DAN SALAM

Burung-burung terbang di udara tidak jatuh

Itulah Selawat dan salam-Mu ke atas Muhammad s.a.w

Perahu-perahu terapung dipermukaan laut tidak tenggelam

Itulah Selawat dan salam-Mu ke atas Muhammad s.a.w

Hujan membasahi bumi suburlah tumbuh-tumbuhan

Itulah Selawat dan salam-Mu ke atas Muhammad s.a.w

Matahari menyinarkan cahayanya segarlah segala penghidupan

Itulah Selawat dan salam-Mu ke atas Muhammad s.a.w.



Engkau sentiasa berselawat dan salam

Ke atas kekasih-Mu, Muhamamd s.a.w

Wahai Saidina Muhammad s.a.w

Pada tanganmu jua terdapat cangkir air penghidupan

Air yang membasahi tengkuk yang dahagakan kasih Ilahi.

14: UJIAN

Ada yang mengatakan ujian adalah kesusahan pada tubuh badan

kesusahan pada jiwa

apa untungnya Allah menyusahkan jasad dan jiwa

bukankah ia tidak menambahkan keagungan dan kemuliaan-Nya

apalagi Dia Maha Mengasihani Maha Sopan-santun.



Pandanglah ujian dengan hatimu

ujian adalah perbuatan Tuhanmu

bukan untuk menghancurkan tetapi untuk meneguhkanmu

bila kamu memperolehi keteguhan baharu kamu menjadi pilihan

bila sudah lulus dan dipilih

Dia bangga memperkenalkan kamu kepada makhluk-Nya

keteguhan kamu melintasi ujian

menjadi dalil pilihan-Nya adalah tepat

inilah keadilan-Nya.



Ujian ditujukan kepada rohani bukan kepada jasad atau jiwa

tujuannya untuk mengukur tauhid

bukan sekadar untuk kesabaran

apakah nilai sabar tanpa tauhid

bukankah sabar juga bersama si kafir.



Ujian yang diterima dengan iman meneguhkan tauhid

menambahkan kekuatan pandangan hati

tidak berkelip memandang kepada Tuhan

sehingga kepedihan ujian menjadi kemanisan.



Ujian adalah pentas sandiwara

mempamerkan kebijaksanaan Tuan Pengarah

bila engkau diberi watak menderita

hingga berjaya membuat penonton menangis

ketahuilah

engkau adalah pelakun penting

diasuh untuk menjadi bintang

bakal menerima ganjaran lumayan.



Apabila engkau menjadi pelakun

apa bezanya watak gembira dengan watak duka

skrip di tangan Tuan Pengarah.

15: AKU DAN DIRIKU

Diriku telah hilang

ghaib di dalam gua yang dalam

gelap gulita

puasku mencarinya

namun tidak ku temui

sesekali gelibatnya melintasi di hadapan ku

bila aku cuba memegang dia kembali menghalang.



Wahai Yang Maha Melihat

lihatlah betapa kasih aku kepada diriku

bila Engkau memisahkan daku daripadanya

masih juga daku mencari-carinya.



Maulaya, Wahai Pelindung diriku

selamatkan daku daripada fitnah diriku sendiri

janganlah Engkau lepaskan daku kepada sesuatu selain-Mu

walau sekelip mata jua

ikatkan daku dengan rantai ubudiah

sepanjang hayatku

agar Engkau sentiasa esa

tiada sesuatu menggangu keesaan-Mu.

16: AKU DAN MAKHLUK

Bila makhluk bertanya

siapakah yang paling mulia

aku menjawab:

akulah yang paling mulia

aku sangat berbangga kerana

Allah adalah Tuhanku

Muhammad s.a.w adalah penghuluku

ini sudah cukup membuatku berasa kaya dan mulia.



Bila Engkau bertanya

maka aku menjawab:

aku adalah yang paling hina, daif dan jahil

inilah hamba yang faqir.



Janganlah Engkau murka

lantaran daku berbangga di hadapan makhluk-Mu

bila mereka berbangga dengan pangkat, harta dan keturunan

izinkan daku berbangga sebagai hamba-Mu.

Senin, 03 Januari 2011

Untuk kekasih saya tercinta, ALLAH SWT…


    Untuk kekasih saya tercinta, ALLAH SWT…

Ya ALLAH, tahukah Engkau bahwa malam ini saya sangat merindukanMu… sangat ingin berbicara denganMu, sangat ingin berdua saja denganMu, sangat ingin Engkau mendengarkan apa saja yang saya alami dibumi milikMu, sangat ingin dimanjakan olehMu, sangat ingin disayangi dengan segenap kasih sayangMu, tidak ada jarak diantara kita, sangat ingin Engkau memaafkan segala kesalahan saya dimasa masa yang lalu agar kita bisa bersama hingga ujung napas saya, bahkan setelah napas saya berpisah dari raga saya ini…

Ya ALLAH tahukah Engkau bahwa namaMu selalu saya sebut disetiap langkah saya… bahwa namaMu adalah nama terindah yang pernah saya kenal, bahwa dengan menyebut namaMu hati saya akan kembali tenang, bahwa namaMu mampu membuat segumpal daging merah bernama hati didalam jiwa saya bergetar, bahwa namaMu begitu indah bukan hanya ditelinga saya, tapi diseluruh darah yang mengalir sempurna didalam raga saya bahkan berdetak sempurna bak rentakan rampak gendang dijantung hati saya… :)

Ya ALLAH saya ingin Engkau tahu bahwa sangat mencintaiMu melebihi apapun yang disinari oleh matahariMu, sayang ingin Engkau tahu bahwa cinta saya ini membuat saya ingin terus memperbaiki diri agar Engkau tahu bahwa semua yang saya lakukan adalah untuk memperoleh cintaMu karena saya tahu bahwa saya tidak bertepuk sebelah tangan atas cinta ini…

Ya ALLAH kehadiranMu selalu ada dalam setiap helaan napas saya, tak sehelapun tanpa kehadiranMu, Engkaulah pelepas dahaga jiwa saya, Engkaulah penghapus rasa lapar jiwa saya, penyejuk mata, cahaya akal, pengharum batin, Engkaulah penawar racun didalam raga hamba… You are my everything, You are the step I made, You are my daily sunshine :)

Ya ALLAH jangan tinggalkan saya, jangan jauhi saya jika saya salah, … tak ada yang lebih baik dari yang saya miliki kecuali Engkau, tak ada cinta yang lain, tak akan saya mencintai apapun diduniaMu yang akan membuat Engkau cemburu dan marah lalu meninggalkan saya, TAK AKAN saya berselingkuh dengan Tuhan lain selain Engkau, tak akan ada cinta yang lain wahai ALLAH :)

Ya ALLAH inilah saya yang mencintaiMu melebihi apapun … jangan tinggalkan saya :)

Wahai ALLAH tercinta, yang tiada TUHAN selain Engkau … saya janji nanti saya akan kirimi lagi Engkau surat cinta saya yang lain ya ALLAH, saya tahu bahwa Engkau tidak pernah lelah menanti cinta saya … menunggu surat cinta saya yang lain, I LOVE YOU wahai ALLAH :)

Ketahuilah wahai ALLAH bahwa surat cintaMu yang terlukis indah dalam kitab suciMu Al Quran selalu saya baca untuk melepas kerinduan yang membuncah didalam jiwa saya … saya sangat sangat merindukanMU.

Ayat - Ayat Cinta.....


Kekasih………….!

Maafkan aku yang selalu menghianatiMu……,
Padahal aku telah berjanji dihadapanMu, bahwa aku akan selalu setia, mengorbankan jiwa raga dan harta ini hanya untukMU. Dan saat itu pula Engkau menjanjikan dengan pasti akan memberiku kebahagiaan hakeki. Hingga aku bergembira dengan perjanjian itu (Qs 9:111).

Kekasih…………..!
Saat itu pula siang malam yang ada dalam ingatanku hanya diriMU. Ketika aku berdiri, duduk, berbaring hanya namaMu-lah yang senantiasa aku sebut (Qs 3 :190-191).

Namun Kekasih………!
Kini aku terperdaya oleh cumbu rayu semu dan kemilau kekasih-kekasih fatamorgana. Padahal dalam SuratMu Engkau telah menyatakan, agar aku tidak terpesona oleh percintaan orang lain. Itu hanyalah percintaan sesaat, dan mereka akan mendapat kesengsaraan selamanya (Qs 3 : 196-197).

Wahai Kekasih…….!
Maafkanlah segala kesalahan dan kekhilafanku padaMU.Janganlah Engkau campakkan aku di hari H, saat aku bertemu denganMu dan di hari saat Engkau pula bertemu dengan kekasih-kekasihMu (Qs 3 : 194).

Surat cinta untuk saudara/iku


Assalamu’alaikum

Kaifa haluka ya akhi ya ukhti…??

Tanpa mengurangi rasa hormat, cinta, dan kasih sayangku kepada kalian semua karena ALLAH ta’ ala, berikut ku kutipkan beberapa syair dari seorang ulama besar, Syaikhul islam,Pujangga, penyair dan sastrawan muslim Terbesar di abad pertengahan.Ibnu Hazm El Andalusy. Semoga bermanfaat.

Syair pertama :

Di hari perhitungan , pelaku dosa kan tahu semua
Betapa keliru jalan yang selama ini ditempuhnya 
Yang sudah meraih cinta dan kasih sayang-Nya
Bila berteman mereka ia akan menjadi hina
Ia akan dimusuhi Allah , dan neraka tempatnya

Bersyukurlah pada Allah atas kebesaran-Nya
Ia begitu dekat,lebih dekat dari urat leher kita
Ia Pemberi Rezeki seluruh penghuni semesta
Baik orang Badui maupun Arab tak ada bedanya
Ia hamparkan bumi,langit,udara,laut,hujan juga
Demi kebaikan kita, janganlah kaubangkangi Ia
Sungguh,semua orang kan tanggung amalannya.


Dunia ini pinjaman yang harus kau kembalikan
Pesonanya sesaat,fana dan hanya fatamorgana
Yang berakal tak kan terkecoh kilau kemilaunya
Karena ia tahu ada kehidupan abadi di sana
Orang beriman tak betah di negeri persinggahan
Karna,negeri persinggahan bukanlah tujuan
Dunia tak terpikir,akhiratlah yang jadi pikiran

Demi kemenangan sejati,orang beriman menyiapkan
Demi lindungi diri azab negeri keabadian
Celakalah para pamuja hawa nafsu belaka
Selamanya di neraka tak padam apinya
Nafsu ajak kita celaka dan jauh dari Ridha-Nya
Ia tawarkan nikmat sesaat yang datangkan azab di sana
Ia dorong pada bencana,jauhkan kita dari jalan mulia

Wahai para pemuja nafsu belaka
Bagimu Allah sediakan neraka yang tak padam apinya
Jangankan korbankan yang abadi demi yang fana
Ketahuilah! Kebenaran telah jauh kau tinggalkan
Ketahuilah! Kesesatan telah kau kerjakan
Kau jauh melenceng dari jalan yang terang
Jalan gelap, penuh onak dan duri mematikan
Dan ketika dosa-dosamu diperhitungkan
Kau begitu menyesal tak karu-karuan

Wahai yang berlumur kegelapan
Segera gapai ridha Tuhan, jauhi kemaksiatan
Kebenaran telah nyata dan kau hanya bermain-main
Kau diperdaya dunia yang timpakan keburukan
Umat terdahulu terpedaya nafsu dan hancur berantakan
Itulah bukti bagimu hai yang berakal pikiran

Lihatlah! Mereka dilumat amarah alam
Diterjang badai yang memorak-porandakan
Lihatlah ! Mereka terkapar sebelum akui kesalahan
Pemilik ‘Arasy memanggilnya sebelum pertobatan
Jika dunia sebagai tujuanmu,tipu kan kau genggam

Wahai yang terlena dalam kenikmatan semu 
Kulihat kehancuran kehinaan mengintaimu
Ingatlah kau dengan hari pembalasan
Tak ada yang bisa disembunyikan
Semua perbuatan akan memperoleh ganjaran
Sadarlah! Mumpung masih ada kesempatan
Mumpung liang lahat yang sempit belum datang
Terangi makammu dengan kebaikan

Ketika bintang dikumpulkan , amal diperlihatkan
Ketika surga didekatkam, dan neraka dinyalakan
Ketika matahari digulung dan bintang dihancurkan
Ketika putaran jagad raya dihentikan
Ketika gunung bertabrakan, bumi dijungkirbalikkan
Ketika pemilik ‘Arasy telah meluluhlantakkan 
Ketika itu hanya ada dua tempat kembalian
Surga bergelimang kenikmatan
Atau neraka penuh siksaan membinasakan

Di hadapan Tuhan
Tak ada yang bisa disembunyikan
Dan tak ada yang luput dari perhitungan
Di hari pembalasan, si pendosa sesali perbuatan
Seluruh catatan amal besar dan kecil diperlihatkan
Seluruh ruh dikembalikan,seluruh amal diputuskan
Ke surga penuh nikmat, atau neraka penuh siksaan
Dan para pemuja dunia tak pernah memperkirakan
Ada kehidupan yang abadi setelah kematian

Dunia serupa seorang ibu yang durhaka
Ia berikan hina, nestapa, hancur dan binasa
Sebaik pengabdian adalah menentangnya
Ambillah dari dunia sebatas saja
Jangan kau terlena dan menjadi buta
Jangan kau tertipu oleh kemilaunya
Karma kilaunya hanyalah fatamorgana

Duhai kawan tercinta 
Ingatlah !Dia yang menaungi bumi dengan langit-Nya
Ingatlah ! Semua ada dalam genggaman ilmu-Nya
Dia cipta semesta raya berikut aturan yang ada
Siang dan malam bergilir atas kekuasaan-Nya
Dia turunkan hujan lalu tumbuhlah bebijian
Dia tumbuhkan bunga dengan aneka warna
Dia sebarkan aneka aroma dan keindahan
Dia jadikan pepohonan hijau menyejukkan
Dia ciptakan air sebagai sumber kehidupan
Dia terbitkan matahari penuh cahaya
Terang di pagi hari, menguning bila petang menyapa</span>

Duhai,semua itu kembali kepada-Nya
Semua adalah milik-Nya dan tunduk kepada-Nya
Dia tunjukkan bukti-bukti kekuasaan-Nya
Lewat para nabi dan rasul utusan-Nya
Lihatlah kekuasaan-kekuasaan-Nya

Ditangan nabi Saleh yang mulia
Dari batu muncul seekor unta betina
Mereka lihat wujudnya dan dengar suaranya
Ada yang percaya dan tak sedikit mengingkarinya
Ditangan nabi Musa yang mulia
Laut terbelah dengan sangat mudahnya
Menjadi jalan keselamatan menuju seberang sana

Ibrahim kekasih-Nya selamat dari api yang membara
Api yang merah panas menyala, dirasanya dingin saja
Nabi Nuh dan seluruh pengikut setianya
Selamat dari amukan banding dan topan luar biasa
Kepada Daud, dia tundukkan jin dan manusia
Semua orang dan binatang tunduk dalam kerajaannya
Semua bahasa ia bisa, bahasa burungpun dikuasainya

Dia utamakan umat Muhammad dengan Qur’an mulia
Ditempatkan semuanya dipenjuru dunia
Ditangan Muhammad purnama terbelah dua
Tapi Al Qur’an adalah mukjizat terbesarnya
Yang selalu terjaga kesucian dan kemurniannya
Dia selamatkan kita dari kekufuran nista
Jika tidak,kita niscaya sudah binasa sejak lama
Maka, ayo kita hilangkan kedunguan kita
Agar selamat dari api neraka yang apinya terus menyala


Syair kedua

Duhai teman!
Hindari dirimu dari permainan dan kesia-siaan
Jaga kesucianmu dalam cinta dan kasih saying
Kenikmatan sesaat jangan kau jadikan tujuan
Keindahan semu jangan kau damba-dambakan

Saatnya kini, kita bangkit dan sadarkan diri
Bersihkan dari segala penyakit karat dari hati
Jua segala cacat dan maksiat yang bikin lalai
Takutlah dihari, yang tak ada yang luput dari Ilahi

Duhai jiwa!
Ayo bangkit dan siapkan dirimu tuk hari depan
Hindari nafsu yang membuatmu lupa daratan
Ayo bergegas menuju keselamatan
Ayo berjuang, berjuang, dan berjuang
Agar kau selamat dari azab yang membinasakan
Raih kemenangan hakiki di negeri keabadian
Selamatkan dirimu dari api yang menyengsarakan

Duhai kau!
Yang suka bermain-main didunia ini
Ingat! Kehidupan dunia tak kan abadi
Tak cukupkah bagimu sebuah wejangan
Hingga kauhabiskan waktumu dalam permainan
Tak ada yang abadi dalam kenikmatan dunia
Semua kan sirna bila waktunya tiba

Yang mengenal-Nya, ia tahu keagungan-Nya
Berbeda negeri abadi dengan negeri fana
Berbeda takwa hakiki dengan takwa pura-pura
Si fasik berbeda dengan yang takwa
Si jujur berbeda dengan pembohong setia

Sungguh, Allah telah perintahkan kita 
Taat pada-Nya jauhi hawa nafsu Durjana
Meski tak ada siksa api neraka bagi pendosa
Meski kita tak ada perintah ibadah pada-Nya
Kita harus tetap taat patuh pada-Nya

Sejarah dan zaman ajari kita
Bagaimana akibat berbuat nista
Yang habiskan waktu demi dunia
Di akhirat kelak,kan dapat susah belaka
Yang petik keindahan bunga dunia saja
Kelak hanya akan memetik sengsara

Yang mengumbar nafsu birahi
Kelak kan takut setengah mati

Pencari kenikmatan syahwat sesaat
Sesungguhnya hancurkan diri sekarat

Amboi,banyak nian orang hancurkan diri 
Dengan gelimang dosa dan kemalasan sejati
Bagaimana bisa seperti ini
Padahal dulu ia dikenal lurus,jauh dari api

Sesungguhnya semua itu merupakan ibrah ( pelajaran ) bagi orang-orang yang berakal.Semuanya merupakan nasehat yang baik lagi bijak untuk menjaga lagi memperbaiki diri. Mari kita berdo’a kepada Allah, semoga kita tidak binasa dalam hina, tidak mendapat siksa yang pedihnya luar biasa, dan dijauhkan dari segala marabahaya dan kematian yang sia-sia. Aamiin ya Rabb.
Wassalamu’alaykum 

Satu hal yang tak ku bayangkan sebelumnya.......


Assalamu’alaikum

Pasangan hidup adalah suatu rahasia Allah untuk kita.

Sering kali kita tidak sadar dengan ketentuan ini, karena yang terbaik sebenarnya sudah ditetapkan semenjak kita lahir.

Kita menginginkan Pasangan yang serba lengkap, baik di pemikiran kita ataupun yang lainnya, tetapi kita tidak sadar, ada yang lebih mengetahui mana-siapa yang terbaik untuk pasangan kita.

Apa yang kita inginkan, Siapa yang kita inginkan sebenarnya harus kita kembalikan ke diri kita kembali,

Jika kita menginginkan pasangan yang soleh, baik, dll, kita harus menyadari apakah kita sudah soleh atau baik ?

Pasangan hidup kita merupakan cermin dari kehidupan kita sendiri.

"Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan......"


Kembalikan lah segala sesuatu kepada Allah, Bermunajatlah kepadaNya, Meminta yang terbaik untuk kita, niscaya Allah akan menunjukannya kepada kita.


"Ya Allah, berikanlah kepada kami pasangan yang terbaik"


"Pasangan yang dapat membuat kami semakin dekat kepadaMu"


"Pasangan yang selalu mengingatkan kami untuk ibadah dan Taqwa kepadaMu"


"Ya Rab, jangan lah engkau berikan pasangan yang dapat membuat kami jauh dari Mu"


"Karuniakan lah kepada kami cinta, Cinta yang dapat menambah cinta kami kepadaMU"


"Ya Rab, InsyaAllah kami akan melangsungkan pernikahan"


"Jadikan lah pernikahan ini sebagai awal dalam membangun keluarga yang Sakinah-Mawadah-Warokhmah"


"Keluarga yang dapat mendekatkan diri kami kepadaMu"


"Berilah kami kekuatan agar dapat menjalani suatu keluarga sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh RasulMu Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam"


"Ya Rab, berilah kami cahayaMu, Cinta dan KasihMu agar segala sesuatu berjalan dengan lancar"


........Amiennn, ya Robbil Alamin........

Cantik...


Mengapa Allah tidak menciptakan seluruh wanita cantik sekali ?

Bukankah ia mampu berbuat seperti itu ? Benar.

Hendaklah kita ingat bahwa ini adalah dunia, bukan akhirat yang serba sempurna. Ini adalah tempat seluruh manusia dan jin diuji, dan bukan tempat kita untuk bersenang-senang atau menikmati segala sesuatu.

Saudariku, Banyak manusia merasa bangga memiliki wajah yang tampan atau cantik, bodi yang aduhai serta kulit yang mulus. Dia merasa kehebatan-kehebatan itu adalah milik dirinya dan ia bangga di hadapan manusia.

Saudariku, Apakah kita punya andil dalam menentukan jumlah mata kita? Letak hidung kita? Apakah manusia ikut andil dalam membentuk wajah mereka? kita semua ge-er dengan tubuh kita, padahal setitikpun kita tidak punya andil didalamnya.

Renungkanlah Saudariku, Bahwa hidung mancung dan wajahmu yang cantik itu sama sekali belum merupakan tanda bahwa Allah memuliakanmu. Demikian pula mereka yang tidak cantik ataupun memiliki hidung pesek. Itu bukan pertanda bahwa Allah menghinakan mereka. Semua itu adalah ujian dari Allah untuk menguji siapa diantara hambaNya yang paling baik dalam mensyukuri nikmatNya, serta paling takwa dan sabar dalam menjalani hidup di dunia ini. Karena itu ingatlah selalu bahwa semua itu semata-mata adalah milikNya, dan kita sedikitpun tidak memiliki apa-apa, kecuali sekedar titipan.

Wajah yang menarik tidaklah semata-mata merupakan nikmat akan tetapi juga penyulut api fitnah.

Renungkanlah saudariku, Siapa dengan kecantikannya itu akan menjerumuskan dirinya atau orang lain ke dalam dosa maka kecantikannya itu tiada lain adalah musibah (naudzubilla), dan siapa dengan kecantikannya itu meraih ridha Allah SWT maka kecantkannya itu adalah suatu nikmat yang besar (semoga ukhti bagian darinya.amiin).

Minggu, 02 Januari 2011

Kisah Ikan & Ai


Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Kata Ayah kepada anaknya, "Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati."

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari
bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu,
yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini.

Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada
setiap ikan yang ditemuinya, "Hai, tahukah kamu dimana air ?
Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati."

Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah,
lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah
berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa,
"Dimanakah air ?"

Jawab ikan sepuh, "Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga
kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan
mati."
Apa arti cerita tersebut bagi kita ?

Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana
kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya,
bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak
menyadarinya..... subhanalah...
 

..:::Hati Pencari Cinta ILahi:::.. Blogger Templates Designed by Buat Sendiri | Karya Tangan Terampil. Hati Muhasabah Sang Ikhwan Lahir: 06-01-92. Featured on Karanganyar. © 2011